Islam Kedamaian | Abu Hazwan

Islam Kedamaian Abu Hazwan

Selama Napas Masih Berhembus, Pintu Taubat Selalu Terbuka (Catatan Jumat)

Ditulis Oleh Abu Hazwan l Islam Kedamaian
Diterbitkan Juli 29, 2026

Catatan Jumat dari Lumajang: Selama Napas Masih Berhembus, Pintu Taubat Selalu Terbuka

Oleh: Abu Hazwan [ Islam Kedamaian ]

Di penghujung bulan Dzulqa'dah, tepatnya pada hari Jumat, 28 Dzulqa'dah 1447 H, saya berkesempatan melaksanakan ibadah salat Jumat di sebuah masjid di kawasan Lumajang. Mengingat sebentar lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah, biasanya tema khutbah yang sering diangkat adalah seputar keutamaan amal saleh di 10 hari awal Dzulhijjah.

Namun, ada yang istimewa pada ibadah Jumat saya kali ini. Di masjid yang banyak dikelola oleh saudara-saudara kita dari ormas Islam yang identik dengan warna hijau ini, khotib justru mengangkat tema yang tak kalah penting dan sangat menyejukkan hati: Pentingnya menjaga ketakwaan dan luasnya pintu taubat Allah.

Pesan-pesannya sangat sederhana namun mendalam, dan bisa menjadi pengingat yang indah bagi kita semua.

Manusia Memang Tempatnya Salah

Dalam khutbahnya, khotib mengingatkan sebuah realitas yang sering kita lupakan: kita hanyalah manusia biasa. Sebagai umat Islam, kita dituntut untuk senantiasa bertakwa kepada Allah. Namun, dalam prosesnya, kita pasti pernah terpeleset dalam dosa.

Hal ini sangat wajar. Dalam pandangan Islam, sebaik-baik orang yang berbuat salah bukanlah mereka yang tidak pernah berdosa, melainkan mereka yang mau mengakui kesalahannya dan segera bertaubat. Hal ini bersumber dari hadis yang sahih:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Semua anak Adam sering berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat.”

(HR. Tirmidzi no. 2499 dan Ibnu Majah no. 4251)

Meneladani Istighfar Rasulullah ﷺ

Terkadang, kita merasa gengsi atau menunda-nunda untuk meminta ampun kepada Allah. Padahal, mari kita lihat teladan kita, Nabi Muhammad ﷺ. Beliau adalah manusia yang paling mulia dan sudah dijamin bersih dari dosa. Namun, beliau memohon ampun (beristighfar) kepada Allah puluhan hingga ratusan kali dalam sehari.

وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

“Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.”

(HR. Bukhari no. 6307)

Dalam riwayat Muslim, Rasulullah bahkan menyebutkan hingga 100 kali dalam sehari. Jika Nabi yang sudah dijamin surga saja memohon ampun sebanyak itu, tentu kita sebagai manusia biasa yang berlumuran dosa harusnya lebih banyak lagi memohon ampunan-Nya.

Nah, di tengah padatnya rutinitas pekerjaan dan aktivitas harian, agar tidak kehilangan fadhilah atau keutamaan yang luar biasa ini, mari miliki E-book Zikir Pagi dan Petang. Panduan digital ini dirancang praktis agar kita semua dapat istiqomah beristighfar minimal 100 kali setiap harinya, persis sebagaimana yang diamalkan oleh Rasulullah.

Dua Batas Waktu Diterimanya Taubat

Kabar gembiranya, Allah itu Maha Pengampun. Kasih sayang-Nya jauh lebih besar dari kemurkaan-Nya. Pintu taubat selalu terbuka lebar. Namun, khotib juga memberikan peringatan tegas bahwa kesempatan emas untuk bertaubat ini memiliki batas waktu. Taubat kita akan selalu diterima oleh Allah, kecuali jika sudah terjadi dua kondisi ini:

  1. Nyawa sudah sampai di kerongkongan: Artinya, ketika seseorang sudah berada dalam kondisi sakaratul maut.
  2. Matahari terbit dari arah barat: Ini adalah salah satu tanda besar hari kiamat. Jika sudah terjadi, maka pintu taubat telah ditutup rapat-rapat.

Kesimpulan dan Keutamaan Berdoa di Hari Jumat

Perjalanan salat Jumat kali ini memberikan pelajaran berharga. Meski berada di masjid dengan kebiasaan yang sedikit berbeda, pesan kebaikan yang disampaikan tetaplah universal. Selama kita masih bisa bernapas dengan lega, jangan tunda taubat kita.

Terlebih lagi, hari Jumat adalah hari yang sangat mulia dan memiliki waktu mustajab (waktu di mana doa pasti dikabulkan). Momentum terbaik untuk memanjatkan ampunan dan doa adalah di penghujung hari Jumat, yakni setelah waktu Ashar hingga menjelang matahari terbenam. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah ﷺ:

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لَا يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Hari Jumat terdiri dari dua belas waktu. Tidaklah seorang hamba muslim memohon sesuatu kepada Allah pada waktu tersebut melainkan Allah akan mengabulkannya. Maka carilah waktu tersebut pada akhir waktu setelah salat Ashar.”

(HR. Abu Daud no. 1048)

Mari kita manfaatkan sisa waktu Asar di hari Jumat ini untuk memperbanyak istighfar dan doa. Semoga Allah senantiasa membimbing dan mengampuni kita.

Wallahua'lam.

Catatan:
Tulisan ini merupakan buah perenungan pribadi setelah melaksanakan ibadah salat Jumat di Lumajang pada 28 Dzulqa'dah 1447 H.

Bagikan:
Tentang Penulis

Semoga tulisan ini menjadi jalan kebaikan, ilmu yang bermanfaat, serta amal jariyah bagi penulis dan pembaca. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Diskusi & Komentar