Islam Kedamaian | Abu Hazwan

Islam Kedamaian Abu Hazwan

6 Rukun Wudhu Beserta Penjelasannya (Kitab Safinatunnajah)

Ditulis Oleh Abu Hazwan
Diterbitkan Juni 28, 2026

Pasal: Rukun-rukun Wudhu

Oleh: Abu Hazwan [ Islam Kedamaian ]

Rukun adalah komponen dasar atau pokok yang tidak boleh dihilangkan karena akan membatalkan pekerjaan tersebut.

Rukun wudhu ada enam :

1. Niyat

Bertekad melakukan sesuatu beringingan dengan pengerjaannya. Tempatnya di hati, melafalkannya sunnah, waktunya ketika membasuh bagian awal dari wajah.

2. Membasuh wajah

Termasuk kulit dan rambut yang tumbuh di muka. Wajib mengalirkan air ke bagian dalam rambut (bukan hanya bagian luarnya saja) yang tumbuh di muka baik rambut tersebut tipis ataupun lebat. Kecuali untuk janggut maka cukup membasuh bagian luarnya saja. Batasan wajah adalah dari tempat tumbuhnya rambut secara umum dan dua tulang rahang (kanan dan kiri tempat tumbuhnya gigi bagian bawah), juga antara kedua telinga.

3. Membasuh kedua tangan hingga termasuk siku

Membasuh kedua tangan termasuk rambut-rambut yang tumbuh padanya juga perhiasan, juga kuku-kuku dan wajib menghilangkan apa yang ada pada kedua tangan berupa kotoran yang terbentuk dari apapun selain keringat apabila tidak menimbulkan mudharat dalam menghilangkannya.

Batasan tangan, dari ujung jari hingga setelah kedua siku.

4. Mengusap sebagian kepala

Sebagian kulit kepala dengan mengusap atau sebagian rambut, selama masih dalam batas kepala saat dijulurkan.

5. Membasuh kedua kaki hingga (termasuk) mata kaki

Membasuh kaki beserta mata kaki juga bagian-bagian kulit telapak kaki yang pecah dan wajib menghilangkan endapan/lapisan kotoran atau semisalnya dari pecahan kulit telapak kaki apabila belum sampe ke bagian daging.

6. Berurutan

Tertib atau berurutan dimana wudlu dimulai dengan niyat seiring membasuh bagian awal wajah lalu membasuh kedua tangan, lalu mengusap kepala, lalu mebasuh kedua kaki. Apabila tidak sesuai dengan urutan ini maka wudhunya tidak sah.

Semoga bermanfaat...

Materi ini disampaikan oleh Ustadz Kusdiawan Hafizahullah dengan pembahasan Kitab Safinatunnajah.

Bagikan:
Tentang Penulis

Semoga tulisan ini menjadi jalan kebaikan, ilmu yang bermanfaat, serta amal jariyah bagi penulis dan pembaca. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Diskusi & Komentar