Islam Kedamaian | Abu Hazwan

Islam Kedamaian Abu Hazwan

Pasang Banner E-Book (Header) Di Sini

10 Amalan Sunnah di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Ditulis Oleh Abu Hazwan l Islam Kedamaian
Diterbitkan Mei 11, 2026

10 Amalan Sunnah di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Oleh: Abu Hazwan [ Islam Kedamaian ]

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

  • Bulan Dzulhijjah termasuk bulan yang sangat mulia dalam Islam.
  • Terlebih lagi 10 hari pertama Dzulhijjah, yang disebut sebagai hari-hari terbaik di dunia untuk beramal shalih.

Allah Ta’ala berfirman:

وَالْفَجْرِ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1–2)

  • Banyak ulama tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “malam yang sepuluh” adalah 10 hari pertama Dzulhijjah.

Perkataan Ulama
Ibnu Katsir berkata:

المراد بها عشر ذي الحجة

“Yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/413)

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ

“Tidak ada hari-hari dimana amal shalih lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).”

Para sahabat bertanya:

وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟

“Tidak juga jihad di jalan Allah?”

Beliau menjawab:

وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun.” (HR. Bukhari no. 969)

Penjelasan

  • Hadits ini menunjukkan bahwa amal shalih pada 10 hari pertama Dzulhijjah lebih utama daripada jihad secara umum.
  • Kecuali jihad seorang mujahid yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu gugur syahid dan seluruh hartanya habis di jalan Allah.

Perkataan Ulama

Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata:
“Hadits ini menunjukkan bahwa amal pada 10 hari Dzulhijjah lebih utama daripada amal pada hari lainnya tanpa pengecualian.” (Lathaif Al-Ma’arif)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata:
“Yang tampak, sebab keistimewaan 10 hari Dzulhijjah karena berkumpul padanya induk-induk ibadah; yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji. Hal itu tidak terdapat pada waktu lainnya.” (Fathul Bari)

1. Memperbanyak Shalat Sunnah

Termasuk:

  • Shalat rawatib
  • Tahajud
  • Dhuha
  • Witir

Allah Ta’ala berfirman:

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“Bersujudlah dan mendekatlah kepada Allah.” (QS. Al-‘Alaq: 19)

Perkataan Ulama
Imam An-Nawawi berkata:
“Disunnahkan memperbanyak seluruh bentuk ketaatan pada 10 hari Dzulhijjah.” (Al-Majmu’)

2. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah dzikir paling agung.
Rasulullah ﷺ bersabda:

اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang memberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)

Bentuk Amalan:

  • Tilawah
  • Tadabbur
  • Menghafal
  • Mengajarkan Al-Qur’an

3. Memperbanyak Dzikir dan Takbir

Allah Ta’ala berfirman:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“Agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hajj: 28)

Penjelasan Ulama
Ibnu Abbas berkata:

الأيام المعلومات: عشر ذي الحجة

“Yang dimaksud hari-hari yang diketahui adalah 10 hari pertama Dzulhijjah.” (Tafsir Ath-Thabari)

Bentuk Dzikir

  • Takbir
    الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد
  • Tahmid
    الحمد لله
  • Tahlil
    لا إله إلا الله
  • Tasbih
    سبحان الله

Perkataan Ulama
Imam Al-Bukhari meriwayatkan:
“Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar ke pasar pada hari-hari Dzulhijjah sambil bertakbir (di pasar), lalu manusia ikut bertakbir bersama keduanya.” (Shahih Bukhari, mu’allaq)

4. Memperbanyak Sedekah

  • Sedekah termasuk amal besar yang sangat dicintai Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ

“Sedekah memadamkan dosa.” (HR. Tirmidzi)

Bentuk Sedekah:

  • Memberi makan
  • Membantu fakir miskin
  • Wakaf
  • Membantu dakwah
  • Membantu penuntut ilmu

5. Berbakti kepada Orang Tua (Birrul Walidain)

Allah Ta’ala berfirman:

وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Baqarah: 83)

Bentuk Birrul Walidain:

  • Membantu mereka
  • Berkata lembut
  • Mendoakan
  • Memberi nafkah

6. Menjalin Silaturahim

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah silaturahim.” (HR. Bukhari Muslim)

7. Puasa Dzulhijjah

  • Disunnahkan berpuasa pada 1–9 Dzulhijjah, khususnya puasa Arafah.

Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ

“Rasulullah ﷺ biasa berpuasa pada sembilan hari Dzulhijjah.” (HR. Abu Dawud no. 2437, dishahihkan Al-Albani)

Perkataan Ulama
Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata:
“Puasa pada hari-hari tersebut termasuk sunnah yang sangat dianjurkan.” (Majmu’ Fatawa)

8. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

  • Puasa Arafah adalah amalan paling agung bagi yang tidak berhaji.

Rasulullah ﷺ bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim no. 1162)

Catatan

  • Yang sedang berhaji tidak disunnahkan puasa Arafah.
  • Yang tidak berhaji sangat dianjurkan.

9. Berkurban

  • Berkurban termasuk amal shalih paling utama pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) dan merupakan syiar Islam yang besar.

Allah Ta’ala berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ

“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah daripada mengalirkan darah (hewan kurban).” (HR. Tirmidzi, dihasankan sebagian ulama)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Barangsiapa memiliki kelapangan namun tidak berkurban, maka jangan mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah, dihasankan sebagian ulama)

Perkataan Ulama
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata:
“Berkurban adalah sunnah muakkadah bagi yang mampu.” (Syarhul Mumti’)

10. Taubat dan Meninggalkan Maksiat

  • Dzulhijjah adalah musim pahala dan ampunan. Musim ibadah harus diiringi dengan taubat.

Allah Ta’ala berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ

“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang beriman.” (QS. An-Nur: 31)

Bentuk Taubat:

  • Meninggalkan maksiat
  • Menyesali dosa
  • Bertekad tidak mengulanginya
  • Mengembalikan hak manusia

Amalan Tambahan Sunnah bagi yang Hendak Berkurban

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا

“Jika telah masuk 10 Dzulhijjah dan salah seorang ingin berkurban maka jangan mengambil rambut dan kulitnya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1977)

Penjelasan

  • Berlaku sejak masuk 1 Dzulhijjah sampai hewan disembelih.
  • Yang dilarang: memotong rambut, kuku, dan kulit.
  • Berlaku untuk shahibul qurban (orang yang berkurban).

Perkataan Ulama
Imam An-Nawawi berkata:
“Larangan ini menunjukkan makruh tanzih menurut mayoritas ulama.” (Syarh Shahih Muslim)

Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha termasuk syiar besar kaum muslimin.

  • Rasulullah ﷺ selalu mengerjakannya dan memerintahkan kaum muslimin untuk menghadirinya.

Sunnah Hari Raya:

  • Mandi
  • Memakai pakaian terbaik
  • Bertakbir menuju tempat shalat
  • Menempuh jalan berbeda ketika pulang
  • Tidak makan sebelum shalat Idul Adha hingga selesai penyembelihan

Amal Shalih yang Dianjurkan di 10 Hari Dzulhijjah:

  1. Shalat sunnah
  2. Puasa Dzulhijjah dan Arafah
  3. Dzikir dan takbir
  4. Membaca Al-Qur’an
  5. Sedekah
  6. Berkurban
  7. Taubat
  8. Birrul walidain
  9. Silaturahim
  10. Menuntut ilmu syar’i

Nasihat Ulama Salaf
Sa'id bin Jubair berkata:
“Jika telah masuk 10 hari Dzulhijjah, beliau sangat bersungguh-sungguh dalam ibadah sampai hampir tidak mampu lagi.” (Lathaif Al-Ma’arif)

Penutup

  • 10 hari pertama Dzulhijjah adalah kesempatan emas dan musim pahala besar untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Orang-orang shalih dahulu sangat memuliakannya dengan:

  • memperbanyak ibadah,
  • memperbanyak dzikir,
  • puasa,
  • sedekah,
  • meninggalkan maksiat, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk:

  • memperbanyak amal shalih, menghidupkan sunnah,
  • menjauhi maksiat
  • dan meraih ampunan-Nya di bulan Dzulhijjah.

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا ذِي الْحِجَّةِ وَأَعِنَّا فِيهَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Ya Allah, sampaikan kami ke bulan Dzulhijjah dan tolonglah kami untuk taat kepada-Mu.”

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah kami untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadah kepada-Mu.”

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى طَاعَتِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah kami untuk taat dan memperbaiki ibadah kepada-Mu.”

Wallahu a'lam

Sumber : Grup WA Al Ghuroba Lumajang

Bagikan:
Tentang Penulis

Semoga tulisan ini menjadi jalan kebaikan, ilmu yang bermanfaat, serta amal jariyah bagi penulis dan pembaca. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Diskusi & Komentar